Migrasi Mi-Fi XL ke Telkomsel

Mi-Fi memang sedang naik daun. Dengan tarif internet yang ditawarkan provider seperti Indosat, XL, Telkomsel, Smartfren dan lainnya membuat persaingan semakin ketat. Tapi sejak akhir tahun 2016 yang lalu saya hanya mendapati iklan (promo) dari XL yang kurasa cukup murah meski sebenarnya untuk perangkatnya juga kalah murah dibandingkan oleh Smartfren, tapi lagi-lagi pilihan tetap jatuh ke GSM dibanding CDMA. Kini juga Smartfren sudah menawarkan paket internet GSM, dan jauh lebih murah, suatu hari nanti akan saya coba. Saat itu beli bundling kartu SIM dan gadget Mi-Fi sebesar Rp750.000 (sudah termasuk isi paketan 30GB/bulan selama beberapa bulan -lupa-).
Hingga bulan kemarin saya menikmati paket yang diberikan oleh XL, dan mungkin beberapa kali harga dan jumlah isi kuota berubah sedikit, rasanya tidak ada masalah berarti.

mifi bundling XL huawei layar

Mi-Fi XL seiringnya waktu semakin bikin naik darah. Kadang, ketika akhir bulan (Masehi) terjadi gangguan. Jaringan/sinyal internet hilang bahkan hingga beberapa hari. Dan ini sangat mengganggu pekerjaan, apalagi pernah deadline. Tapi paling enaknya saat itu adalah pilihan paket yang fleksibel. Dapat disesuaikan sesuai kebutuhan, namun saya selalu membeli paket dengan isi 30GB perbulan.

Paket Mi-Fi XL itu murah

Mi-Fi XL saat itu lebih manusiawi dimana kita sebagai konsumen diberikan pilihan kuota yang diinginkan dengan harga yang sudah dipatenkan (kemungkinan harga dapat berubah). Jadi tinggal pilih paket Broadbrand Plan dan pembagian pemakaian kuota saat itu terbatas dijaringan saja, artinya kita dapat menggunakan 100% kuota yang ada.

Tapi saat ini penawaran paket Mi-Fi XL Go yang dulu ku banggakan harus dihentikan. Pihak XL sendiri sudah memberikan opsi terburuknya bagi banyak konsumen yang menggunakan. Jenis paketan pengganti yakni XL Go IZI, dan ini sungguh membuat kesal. Pulsa yang ada (minim Rp50.000) akan otomatis dikonversi menjadi kuota. Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis paket internet sebelumnya, hanya saja disini pembagian penggunaan merupakan pemaksaan. Kita sebagai konsumen yang loyal dipaksa menonton IFLIX, Youtube, dan Ayo Nonton padahal kita tidak terlalu sering menggunakan / mengakses aplikasi tersebut. Hasilnya hanya dapat komplain ke pihak XL, namun tidak ada jawaban memuaskan. Dan sebenarnya info paket inet Go Izi ini sudah dikabarkan lewat SMS, tapi tidak saya baca karena saya tidak ingin menggunakan paket lain saat itu.

Cari Tempat Jual dan Belanja Online

Semenjak komplain namun tidak menghasilkan jawaban memuaskan, akhirnya berniat untuk membeli Mi-Fi yang baru. Pilihan pertama langsung ke operator merah, Telkomsel. Kenapa membeli Mi-Fi baru? karena Mi-Fi sebelumnya belum di-unlock, artinya hanya kartu XL saja yang dapat digunakan. Sempat cari cara unlock mifi Huawei tersebut dan ketemu (karena ada yang membagikan caranya), namun tidak begitu berani untuk melakukannya sendiri. Takut unlock sendiri karena takut gagal, alhasil tidak punya koneksi lagi.

Karena ingin membeli lagi, akhirnya si modem portable tersebut diiklankan secara gratis di OLX. Beberapa hari berlalu namun tidak ada yang menghubungi, mungkin karena harga sedikit mahal (dijual dengan harga Rp 600.000). Tapi saat kemarin ada yang ingin membelinya namun ditawar Rp500.000. Saya lepas dan saya membeli lagi yang baru melalui Blanja.com dengan harga Rp480.000 (sudah dipotong promo).

mifi paket internet telkomsel

Internet Telkomsel Stabil

Sebenarnya sudah memiliki nomor Simpati, dan kini berlangganan Mi-Fi telkomsel. Artinya saya sudah memiliki 3 nomor SIM yang terdiri dari 2 Telkomsel dan 1 Indosat. Memang benar, kualitas berbanding lurus dengan harga. Dan Telkomsel selalu memberikan layanan terbaiknya. Sejak menggunakan si merah ini, semua perangkat baik laptop maupun smartphone langsung memperbaharui aplikasi perangkat. Saking cepatnya, kuota juga cepat habis. Harga paket internet yang ditawarnakn tentu berbeda dengan operator yang sebelumnya.

Disini, ku harap pemilik baru kartu Mi-Fi XL mendaftarkan ulang kartunya dengan identitas dirinya. Dan kuharap juga telkomsel tidak perlu lagi membagi pemakaian kuota agar lebih nyaman.