Kebimbangan yang berujung kesetiaan

Beberapa bulan terakhir telah terjadi gejolak didalam jiwa terhadap blog ini dan beberapa web yang lain baik yang sedang dalam pengerjaan maupun yang masih dalam rencana pengembangan.

Kebimbangan ini hadir setelah proyek web yang belum usai dikerjakan karena fungsi (tertentu) yang dimaksud belum ketemu. Oops, kembali ke topik utama. Dalam blog ini masih bimbang antara pindah hosting atau tetap menggunakan Blogger. Antara menggunakan platform lain (selain blogger) atau merancang sendiri.

Meskipun rancangan blogging yang dibuat sendiri masih tahap awal, namun sebenarnya lebih tertarik ini. Dikarenakan lebih familiar dengan karya sendiri. Masalah lain tentang security dan lain sebagainya mungkin dapat diatur dikemudian hari. Kendala terbesar adalah waktu pengerjaan blog pribadi ini.

Setelah beberapa waktu yang lalu Blogger mengumumkan tampilan barunya dengan system v3, saya cuma mampu sedikit demi sedikit mempelajari tentang skema dan segala hal tentang template data blogger tersebut. Itupun tidak langsung jadi, hanya dikerjakan beberapa jam saja jika ada waktu luang selain pekerjaan. Dan kini, weblog ini pun akhirnya kembali kepada Platform Blogger tapi dengan kustomisasi theme-nya. Tidak main terlalu lama, akhirnya memilih Bootstrap sebagai framework-nya. Maklum lagi-lagi familiar dengan ini namun menggunakan versi beta 2.

Dengan beberapa plugin dari pihak ketiga pun saya sematkan. Media komentar menggunakan Disqus. Meskipun banyak yang bilang beratlah atau apalah, tapi saya tak merasakan itu semua. Semua kembali lagi dari situs tersebut. Yang penting update dan dibuat seminimal mungkin mengurangi skrip yang tak perlu.

Yang dipertahankan dari theme sebelumnya berupa fitur reader view. Kamu dapat menjumpai jika membuka postingan dengan browser firefox (desktop). Dan saya lebih tertarik membuat blog ini lebih user-friendly entah bagaimana caranya.

Saya harap, nanti akan hadir masukkan dari pengunjung (kayak jutaan viewer aja).

Terimakasih,
semoga Anda kembali lagi untuk berinteraksi.

Toto Prayogo

Disqus Comments